Kamis, 11 Juli 2013

Hot News: Buku Pelajaran Anak SD Berisikan Cerpen Vulgar

(c) thenextweb.com
 Tahun ajaran baru segera dimulai. Anak-anak sudah ramai membeli buku dan tas baru. Kenaikan kelas memang selalu menggembirakan, karena setelah masuk akan mendapat suasana dan pelajaran baru. Buku pelajaran sudah dibagikan, siap untuk menemani sampai kenaikan kelas lagi tahun depan.
Buku pelajaran seharusnya berisikan materi yang membuat anak semakin pintar. Namun minggu ini heboh buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 SD berisikan cerpen vulgar. Buku itu diberikan untuk anak-anak kelas 6 di SDN Polisi 4, Bogor, Jawa Barat. Orang tua murid yang membaca cerpen itu di dalam buku pelajaran anaknya langsung resah dan melaporkan hal ini kepada pihak sekolah.
Cerpen yang menggambarkan adegan intim dan bersifat dewasa tidak boleh dimasukkan dalam materi belajar anak dan tidak sepantasnya. Walau buku ini telah melalui proses editorial namun entah bagaimana bisa lolos dan naik cetak kemudian dibagikan. Dinas Pendidikan Kota Bogor pun langsung memerintahkan untuk menarik semua buku ini.
Cover buku yang berisikan cerpen vulgar | (c) merdeka.comCover buku yang berisikan cerpen vulgar | (c) merdeka.com
Berikut cuplikan isi cerpen yang tidak sepantasnya ada di buku anak SD itu:
"....Kamu cantik sekali. Marilah dekat ke sini."
Suara itu membuyarkan lamunannya. Pada awalnya dia tampak ragu untuk meladeni rayuan lelaki itu. Akan tetapi sebentar tadi, masa lalu yang kelam sudah menyeretnya pada sebuah kesadaran, dia ingin melupakan kepahitan hidupnya. Melupakan deritanya pada sosok lelaki yang menistakan dirinya, pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah perempuan yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu.
Tentu saja orang tua murid langsung panik dan khawatir karena cerpen ini. Sang pemilik cerpen pun kaget karena cerpen yang dia tulis di blog disalin begitu saja tanpa izin oleh penulis buku ini. Walau sudah melalui proses editing ternyata tidak semua orang kompeten untuk menyusun buku pelajaran, ladies.

Dihina, Tiga Remaja Ini Tega Membunuh Sahabatnya

(c) ShutterStock
 Dalam pertemanan, terkadang ada salah paham dan perselisihan. Salah berbicara atau secara tidak sengaja menghina, kerap terjadi. Tersinggung itu wajar, namun bila sampai melakukan kejahatan fatal maka hal ini sangatlah berlebihan.
Tiga orang remaja ini tega sekali membunuh temannya hanya karena tersinggung oleh perkataan dan hinaan. Nanda Amalia Setyowati (15), meregang nyawa di tangan tiga sahabatnya sendiri. Tiga orang itu adalah DG (14) adalah siswa kelas 3 MTs, kemudian SS (15) siswa kelas 1 SMK, dan YS (17) siswa kelas 2 SMA. Malang sekali nasib Nanda, dirinya dibunuh dan jasadnya dibuang di TK Tunas Wisata Ambarrukmo, Yogyakarta (9/7).
Nanda dibunuh dengan kejam. Ada luka parah di kepala bagian belakangnya. Gadis manis yang hendak memasuki jenjang SMU itu juga ditusuk pada bagian pinggang kiri dan kanan. Orang tua Nanda histeris mengetahui anaknya meninggal dunia dengan cara yang mengenaskan. Ibunda Nanda pingsan dan menangis melihat putri kesayangannya sudah tak bernyawa dan terluka parah di sekujur tubuhnya.
Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman mengatakan bahwa pembunuhan Nadia ini sudah direncanakan. Tiga orang pelaku mengatakan bahwa mereka dendam kepada Nanda karena perkataannya. Namun tidak seharusnya dendam menjadi alasan untuk seseorang berlaku demikian keji sampai meregang nyawa sahabat sendiri.

Minggu, 07 Juli 2013

Anda Berhak Berbahagia



Keinginan yang tak pernah ada habisnya, sering membuat pikiran terbebani. Hati pun tak kunjung lapang hingga rasanya kebahagiaan tidak pernah datang. Jangan-jangan Anda sendiri yang membangun tembok penghalang sehingga kebahagiaan tak kunjung tiba. Coba cek ‘4 tembok’ ini:
Tembok #1 Tubuh Ideal
Tubuh langsing, jadi impian sebagian besar perempuan. Berbagai usaha dilakukan. Mendaftar ke pusat kebugaran, pentang makanan berlemak dan manis, atau diet ketat. Tak hanya itu, cara lain yang kurang masuk akal pun dicoba. Misalnya membeli pakaian dengan ukuran lebih kecil demi memotivasi diri. Padahal cara tersebut bisa memicu stres dan berkembang menjadi depresi. Depresi justru disebut-sebut akan memicu naiknya berat badan bahkan obesitas .
  • Perempuan dan makanan memiliki hubungan yang kompleks. Di satu sisi makanan menjadi sahabat setia kala stres melanda. Di sisi lain makanan dianggap musuh karena sering membuat stres saat mengakibatkan berat badan naik. Geenen Roth penulis Women Food and God: An Unexpected Path to Almost Everything menyarankan cara terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan makanan adalah mengubah apa yang Anda lakukan tanpa melibatkan makanan. Gantikan dengan kegiatan lain.
  • Hentikan obsesi memiliki ukuran baju yang lebih kecil. Lebih baik Anda melakukan konsultasi dengan pakar busana, untuk memilih baju-baju yang bisa menutupi kekurangan tubuh Anda.
Saat makanan menjadi ‘obat’
Oprah Winfrey sering diberitakan memperjuangkan berat badan ideal. Bobotnya pernah mencapai 118,5 kg. Diet dan olahraga pernah berhasil hingga 80 kg di tahun 2005. Tetapi beberapa tahun berat badannya kembali naik 20 kg. Oprah akhirnya mengatakan, ia sebenarnya tidak memiliki problem berat badan, melainkan masalah lain yang dimanifestasikan lewat berat badan. Oprah menjadikan makanan sebagai ‘obat’ untuk bersembunyi dari perasaan tidak nyaman. Sekarang dia memilih pola makan rendah kalori digabungkan dengan olahraga ditemani personal trainer. Tapi tujuannya bukan menjadi langsing melainkan membuat tubuhnya fit. Oprah memang tak pernah mencapai berat 80 kg lagi, tapi ia telah menjadi dirinya sendiri.
“Saya akhirnya menyadari, bahwa mensyukuri tubuh saya adalah kunci untuk lebih mencintai diri sendiri.”
Tembok #2 Ketakutan Finansial
Perempuan seringkali tidak bisa tidur karena memikirkan uang . Mengikuti kekhawatiran tersebut, banyak di antara mereka bekerja keras, serta mengetatkan anggaran, demi memenuhi ‘target’ tabungan.
Salah satu cara ‘mengembangkan’ uang, perempuan mencoba berinvestasi. Sayangnya kekhawatiran itu makin tinggi. Meski 49% perempuan bersedia mengambil risiko, namun hanya 22%  perempuan yang menyatakan ‘menikmati’ berinvestasi .
“Tumbuh di lingkungan pengusaha membuat saya berani terjun berbisnis. Bisnis bisa saya artikan sebagai investasi jangka panjang. Semua investasi pasti dibarengi dengan risiko. Mau tak mau harus saya hadapi.”
Tembok #3 Mendambakan Romantisisme
  • 91% pembeli dan penikmat novel roman adalah perempuan .
  • Sebanyak 40% perempuan merasa pasangannya tidak terlalu sering atau tidak pernah bersikap romantis. Sementara di sisi lain 75% laki-laki justru mengaku telah bersikap romantis secara konsisten. .
  • Gretchen Rubin, penulis kolom Happiness Project di GH-US mengungkapkan studi yang menunjukkan fakta: pasangan menikah lebih bersikap kurang sopan terhadap satu sama lain, dibanding terhadap orang lain. Tapi, Gretchen menyarankan untuk fokus pada hal positif yang telah dilakukan pasangan.
  • Kyra Sedgwick, mengatakan, sikap romantis suaminya , adalah resep kecantikannya. Kevin membuatnya merasa paling cantik di mana pun mereka berada.
“Saya ingin pasangan bersikap romantis. Sayangnya pasangan kurang bisa romantis. Tetapi saya berusaha realistis. Dialah yang selalu ada di samping saya di saat-saat sulit. Itu lebih dari cukup.”
Tembok #4 Ingin Jadi Supermom
Ingatkah Anda pada adegan ini? Kate Reddy tokoh yang diperankan oleh Sarah Jessica Parker dalam I Don’t Know How She Does It. Ia merasa bersalah karena tak menjadi ibu yang bisa membawa kue buatannya sendiri ke sekolah anaknya. Ia tertekan karena sering meninggalkan anak-anaknya untuk tugas ke luar kota. Di sisi lain, ia ingin kariernya mencapai target. Begitu banyak urusan  yang ingin diselesaikannya, hingga ia terjaga larut malam karena memikirkan to do list di keesokan hari. Anda tersindir?
Perempuan kerap ‘menyiksa’ diri dengan ingin menjalani semuanya dan berusaha menjadi yang terbaik. Stres mudah dialami perempuan yang ingin sempurna dalam segala hal. Bisa menjadi pegawai teladan, ibu yang sabar, istri yang pengertian, dalam waktu bersamaan.
“Keinginan tersebut akan membuat Anda tertekan dan menyalahkan diri sendiri ketika gagal mencapainya,” ungkap Alice Domar Phd, penulis Be Happy Without Being Perfect.
Disebutkan, salah satu pemicu stres adalah karena seseorang membuat daftar hal yang harus dilakukan setiap hari. Bisa jadi hal itu dianggap bisa membuat semua rencana menjadi lancar dan menciptakan kebahagiaan. Sebab perempuan disebut Alice, selalu mengejar kebahagiaan setiap saat. Jika ia tidak merasa bahagia, rasa tertekan segera berperan.
Cobalah bersikap santai dengan keadaan . Setiap hari mestinya bisa Anda nikmati. Hindari menuntut diri sendiri untuk selalu menjadi sempurna. Komentar Diah Noeh Abubakar ini, mungkin bisa menjadi inspirasi. Kondisi yang tidak selalu datar, justru membuat hidup menantang.
“Saya selalu ingat bahwa like shoes, life never be flat. Hidup harus penuh petualangan supaya seru. Itu membuat hidup lebih asyik. Saya mengerjakan apa yang saya bisa dan saya sukai. Saat saya sibuk dengan pekerjaan, saya mengajak anak bertukar pikiran, bahwa apa yang saya lakukan bukan hanya mencari uang, tetapi etos kerja keras, komitmen, dan mengerjakan hal-hal untuk orang lain.

Tak Perlu Terucap

 Kata-kata bisa menguatkan  hubungan Anda dengan orang-orang terdekat. Tetapi bisa juga berlaku sebaliknya.
Oleh Asteria Elanda
Perselisihan dengan pasangan itu biasa, tapi jangan sampai Anda ucapkan ini:
>> “Saya tidak tahan lagi!”
Kalimat ini ‘mematikan’ komunikasi. Pasangan Anda jadi tak tahu harus mengatakan apa. Sebutkan yang lebih spesifik, Anda  ingin ia melakukan apa untuk membuat Anda lebih baik.
>> “Memang benar kata ibu saya tentang kamu.”
Kalimat ini menjadi bumerang, “Lalu mengapa kamu mau hidup dengan saya?”
>> “Kenapa belakangan ini teman kamu sering datang?”
Kalimat ini menyerang, dan membuat pasangan akan melakukan hal yang sama pada teman-teman Anda. Tahan perasaan Anda soal itu.
>> “Kita butuh rumah yang lebih besar.”
Selain menyinggung harga dirinya, keputusan ini mestinya diambil berdua.
>> “Rasanya saya mengerjakan seluruh pekerjaan di rumah ini.”
Rasa kesal Anda tak bisa dilampiaskan dengan kalimat ini karena akan membuat suasana panas. Pilih kalimat yang memberi jalan keluar.
>> “Sudah, saya kerjakan sendiri saja.”
Anda memang jagonya menyelesaikan segala sesuatu. Dengan mengatakan hal itu, Anda ‘mengecilkan’ perannya. Tetap beri peran pada pasangan untuk membantu Anda.
>> “Nah, apa saya bilang?”
Jika kalimat ini menjadi kalimat ‘andalan’ Anda, pasangan akan merasa kesal, marah, dan ‘dipermalukan’ (meski apa yang Anda katakan benar).
>> “Masakan ibu saya lebih enak daripada masakan ibu kamu, ya.”
Meski dalam gaya bercanda, kalimat itu akan menyakitkan hati pasangan. Semua kalimat yang berhubungan dengan ibunya, sebaiknya Anda pikirkan dengan baik sebelum terucap.
Ingin menjadi ibu yang dicintai? Hindari ucapan ini:
>> “Diam dulu, ibu sedang sibuk.”
Sesibuk apa pun Anda, arahkan mata Anda untuk menatap mata anak saat dia bercerita. Lalu katakan: “Nak, kita akan cerita lebih asyik, kalau ibu bisa selesaikan email ini dulu, ya.”
>> “Tidak usah banyak tanya, pokoknya kerjakan saja.”
Anak akan merasa dirinya tidak penting. Sebaliknya katakan: “Ini alasannya mengapa kakak harus berusaha...”
>> “Kok, teman kakak itu, bisa jadi juara pidato bahasa Inggris ya, kok kakak nggak bisa?”
Membandingkan itu selalu menyakitkan hati. Apalagi dengan temannya. Tapi ini justru kalimat yang paling sulit dihindari orangtua. Gantikan dengan: “Teman kakak itu les di mana?” Atau “Latihannya sekeras apa ya?”
>> “Kalau ditegur guru lagi karena ngobrol terus di kelas, jangan pernah minta mainan lagi.”
Ancaman selalu menekan anak. Hindari semampu Anda. Biasanya Anda sulit menepati janji itu. Rasa kesal Anda akan segera hilang, dan membelikan mainan lagi. Hal itu akan menunjukkan tidak konsisten. Sementara kata-kata Anda telah melukai anak. Coba saja kalimat ini; “Nah, adik sudah ketiga kali  melanggar janji. Ibu beri kesempatan lagi, ya?”
>> “Haduh, stres deh, ibu, lihat nilai matematika kamu.”
Kalimat ini menunjukkan keputusasaan. Kalau Anda saja stres, apalagi si kecil. Padahal dia sedang dalam kondisi sulit. Gantikan dengan kalimat ini: “Pelajaran sedang sulit, ya? Mau les tambahan matematika?”
>> “Haduh kakak, kok, tidak bisa bangun pagi? Seperti ayah saja.”
 Anda memberi kritik (sikap negatif), sambil mengatakan keburukan ayahnya. Hal itu akan menyakitkan hati anak-anak.
>> “Kalau tidak mau minum susu, monster akan menjemput adik.”
Hindari ancaman yang berhubungan dengan makanan. Sebaliknya beri daya tarik pada makanan atau minuman yang kurang dia sukai.
>> “Kalau kamu tidak nurut, ayah akan pulang memberi hukuman.”
Kalau Anda akan melakukan sesuatu pada anak, lakukan saja tak perlu libatkan suami dalam situasi yang tidak nyaman itu.
Upayakan menjalin hubungan manis dengan mertua. Hindari kalimat ini:
>> “Suami saya itu memang lemah sekali soal disiplin, bu.”
Meski nada yang Anda pakai bercanda, kalimat itu tetap menyakitkan. Bahkan sulit dimaafkan.
>> “Sikap itu akan memanjakan cucu Ibu (anak Anda).”
Tak perlu khawatir. Setiap anak tahu, neneknya adalah tempat bermanja, tetapi ia mengerti dan tidak akan melanggar peraturan yang Anda tetapkan.
>> “Sahabat saya dekat sekali dengan mertuanya.”
Kalimat ini benar-benar menyakiti  mertua, menggambarkan Anda tidak merasakan kondisi yang sama.
>> “Oh, keluarga saya punya tradisi yang berbeda, bu.”
Tak perlu berkata-kata yang menunjukkan Anda berasal dari keluarga yang lebih baik.
>> “Saya seperti menemukan sosok seorang ibu.”
Kata-kata ini berlebihan, kelihatan palsu hanya untuk mengambil hatinya. Sosok ibu tak mungkin tergantikan.
>> “Kami sedang ingin berdua saja.”
Jika Anda dan suami benar-benar membutuhkan saat berdua, biarkan suami yang mengatakannya dengan bahasa yang lebih halus dan santai.
>> “Ibu saya memasak makanan itu dengan cara yang lebih praktis (ketika mertua memasak sesuatu).”
Itu berarti mengkritik mertua.

Rabu, 03 Juli 2013

Cegah Kangker Payudara

Kanker payudara memang masih menjadi momok bagi kaum wanita. Namun penyakit ini bisa kita cegah dengan melakukan gaya hidup sehat, antara lain rajin makan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3.

Para peneliti dari China menganalisa 26 studi internasional yang melibatkan 900.000 wanita, termasuk 20.000 di antaranya menderita kanker payudara. Mereka menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi asam lemak omega-3 dari ikan paling sering memiliki penurunan risiko kena kanker payudara 14 persen lebih kecil.

Hasil studi juga menunjukkan hubungan penurunan risiko dengan dosis. Disebutkan, setiap 0,1 gram peningkatan konsumsi kadar omega-3 per hari dikaitkan dengan 5 persen penurunan risiko kanker payudara. Sebagai perbandingan, satu sajian ikan salmon mengandung 4 gram asam lemak omega-3.

Asam lemak omega-3 merupakan tipe lemak tidak jenuh yang telah diketahui dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.

Meski demikian, para peneliti mengatakan konsumsi asam lemak omega-3 dari tumbuhan tidak menunjukkan efek yang sama dalam pengurangan risiko kanker payudara.

Selain itu, mereka juga menemukan manfaat omega-3 untuk mengurangi risiko kanker payudara berbeda pada setiap populasi. Pada orang Asia, mungkin manfaatnya tidak sebesar orang Barat. Menurut para peneliti hal ini mungkin terjadi lantaran perbedaaan sumber omega-3 yang dimakan.

Manfaat omega-3 dalam ikan dinilai paling baik untuk menekan risiko kanker payudara. Sementara belum jelas apakah konsumsi omega-3 dari suplemen juga memberikan efek yang sama.

Sebuah tinjauan dari 48 studi menyimpulkan bahwa masih belum jelas konsumsi omega-3, baik dari makanan ataupun suplemen, dapat mengubah risiko penyakit jantung atau kanker. Namun bukan berarti orang harus menghentikan diet kaya omega-3

Minggu, 30 Juni 2013

Kisah Guru di Pelosok: Murid Tak Naik Kelas, Diancam Parang

 Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Membagi ilmunya setiap hari dan menemani muridnya belajar dari pagi, membantu anak-anak yang ada di kelasnya untuk meraih cita-cita. Bila ada murid yang harus meniti jembatan demi sampai ke sekolah, maka tidak sedikit guru yang harus pindah ke tempat yang jauh dari keramaian dan mengajar dengan segala keterbatasan yang ada di sana. Devi Andriani membagi kisahnya menjadi pengajar di pelosok Jambi dan segala suka duka mengajar di sana.
Pelosok Jambi jauh sekali
Mulanya, Devi pindah ke pelosok Jambi untuk menjadi guru SD honorer. Devi sebelumnya tinggal di Kota Jambi, sama sekali tidak tahu medan dan sekolah yang akan ditemuinya itu. Perempuan berjilbab ini tidak menyangka bahwa mengajar di Sekolah Dasar yang berada jauh dari perkotaan memiliki atmosfer yang sangat berbeda. SD tempat Devi mengabdi, memiliki murid lebih dari 800 orang yang jadwal sekolahnya pun bergiliran pagi, siang dan sore hari.
Tidak pernah terbayang sebelumnya, bahwa Devi akan bertugas di pelosok desa yang masyarakatnya banyak yang belum teredukasi akan pentingnya pendidikan. Mereka masih berpikir tradisional dan kerap membiarkan anak-anaknya tidak masuk sekolah untuk membantu mereka bekerja di sawah.
Mereka memilih ke sawah daripada masuk sekolah
SD tempat Devi mengajar adalah SDN 178 Simpang IV Suban, Kabupaten Batang Asep, Kecamatan Tanjung Jabung Barat, Jambi. Devi menerima tantangan yang begitu besar selama mengajar di sana dan ketegarannya diuji berkali-kali. Mulai mengajar dengan jam kerja ala shift kantor, murid-muridnya banyak yang tidak berminat sekolah, sampai harus terancam karena emosi dari orang tua muridnya.
Murid Devi mayoritas memiliki orang tua sebagai petani dan pekerja di perkebunan. Mereka yang datang dari keluarga petani, justru lebih mementingkan membantu keluarga mereka bertani. Susah payah Devi menumbuhkan semangat bersekolah dan menimba ilmu pada anak-anak didiknya itu. "Mereka enggak minat sekolah, bahkan waktu UN guru samperin ke rumah ternyata masih tidur. Mereka itu kurang perhatian karena bapak ibunya mandah (tinggal di kebun) jadi orang tua pulang Sabtu-Minggu. Orang tuanya juga tidak mendukung mereka yang penting bisa baca dan tulis, itu saja," tutur Devi dengan wajah sedih dan prihatin akan kondisi murid-muridnya.
Anaknya Tak Naik Kelas, aku diancam dengan parang
Devi tahu bahwa murid-muridnya rata-rata berasal dari keluarga yang berpenghasilan pas-pas an. Orang tua mereka pun menghabiskan waktunya di sawah dan perkebunan sehingga tidak ada waktu untuk menemani buah hatinya belajar atau mengontrol perkembangan pendidikan mereka. Pada musim panen malah anak-anak ini banyak yang absen masuk sekolah karena diminta orang tua mereka untuk membantu atau menjaga adiknya yang masih kecil. Tak heran, sekolah pasti sepi ketika musim panen tiba.
Tak hanya semangat untuk bersekolah yang kurang, niat Devi untuk mengajak anak didiknya melakukan praktikum sederhana pun malah mendapat ditentang oleh orang tua murid. Mereka berkata untuk apa praktikum bawa tanaman segala, menyusahkan! begitu kata mereka. Devi semakin sedih karena baginya praktikum ini akan membantu anak-anak didiknya memahami materi pelajaran dengan lebih mudah.
Tidak hanya kerap dimarahi oleh orang tua murid, Devi juga pernah mendapatkan ancaman serius. Orang tua murid mendatangi dan memakinya lantaran tidak menaikkan anak didiknya karena belum bisa membaca. "Anaknya begitu nyalahin gurunya datang ke sekolah bawa parang" ujar Devi lagi sembari menghela napas dalam-dalam. Betapa beratnya mengajar di lingkungan yang tidak menghargai pendidikan.
Devi tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa Indonesia masih diselimuti dengan kurangnya kesadaran untuk mengenyam pendidikan tinggi. Orang tua hanya ingin tahu jadi, dan marah bila anaknya tidak sesuai dengan apa yang diingini. Namun Devi berusaha tegar dan sabar karena tujuan mulianya adalah berpartisipasi mencerdaskan anak-anak yang susah terjangkau oleh pendidikan yang memadai.

Sembuhkan Jerawat Dengan Masker Kayu Manis

Sembuhkan Jerawat Dengan Masker Kayu Manis

Kayu manis atau yang memiliki nama beken Cinnamon ini biasanya memang ditemukan sebagai bahan kue atau minuman. Namun, tahukah Anda bahwa kayu manis memiliki kelebihan sebagai anti peradangan? Ini
 artinya kayu manis bisa membantu mengatasi jerawat dan membantu regenerasi sel-sel kulit.

Dengan campuran bahan-bahan berikut ini, dapatkan manfaat kesembuhan kayu manis:
1 sdm madu
1 sdt kayu manis bubuk

Caranya:
- Aduk jadi satu kedua bahan tersebut di sebuah mangkuk.
- Aplikasikan dengan menggunakan kuas sehingga merata di seluruh wajah.
- Nah, sekarang diamkan kurang lebih 15-20 menit sehingga agak kering.
- Bilas dengan air dingin, sambil dipijit-pijit lembut gerakan melingkar.
- Hindari melakukan masker pada area yang terluka atau iritasi.