Minggu, 03 Juni 2012

Hilang Saat Perang Dunia II, Mercy Berharga Rp 36 Miliar Dikembalikan

imgSebuah mobil Mercedes-Benz langka yang pernah hilang di era Perang Dunia II akhirnya dikembalikan ke cucu pemiliknya. Tahun lalu, mobil ini berharga US$ 3,8 juta atau sekitar Rp 36,3 miliar.

Sebuah Mercedes-Benz 500 K Roadster lansiran 1935 yang tahun lalu terlelang di RM Auctions terpaksa harus dikembalikan oleh pembelinya ke cucu pemilik asli mobil ini.

Cucu seorang industrialis Jerman, Hans Prym akhirnya mendapatkan kembali mobil milik kakeknya yang dahulu pernah dicuri di masa Perang Dunia II setelah pengadilan Hamburg mengeluarkan perintah pengembalian.

Keturunan Prym dianggap sebagai pemilik sah mobil yang terjual hingga US$ 3,8 juta atau sekitar Rp 36,3 miliar dalam pelelangan di California tahun lalu.

Menurut cucu Prym, mobil itu hilang dari rumah mereka karena disita oleh tentara Amerika yang menempati property milik kakek mereka yang berada di dekat perbatasan dengan Belgia pada tahun 1945.

Ketika itu, Prym sedang menjalani hukuman penjara yang dikeluarkan oleh pasukan Sekutu.

Diketahui mobil tersebut dijadikan mobil koleksi Mayor Jenderal William Lyon bersama tiga Mercedes lain yang dilelang di saat yang sama.

Dilansir New York Times dan dikutip dari Bloomberg, roadster itu tahun lalu dibeli oleh seorang kolektor asal Belanda bernama Frans van Haren.

Setelah dibeli, van Haren kemudian berniat menjualnya kembali di bulan Maret saat ada acara kolektor mobil Techno Classica di Essen, Jerman. Saat dipamerkan, mobil itu pun disita oleh polisi.

Namun, juru bicara balai lelang RM Auctions menolak mengomentari kasus yang melibatkan barang lelangnya ini yang ternyata adalah barang curian. Juru bicara RM Auctions Amy Christie mengatakan perusahaannya tidak akan mengomentari kasus litigasi, atau mengungkapkan identitas pembeli.



sumber

Surat Pernyataan Tidak Perawan di sebuah SMP


(Asrina Hariyani (16 tahun), siswi kelas 8-E SMPN 10 kota Madiun, Jawa Timur, dipaksa oleh gurunya agar membuat surat pernyataan jika dirinya sudah tidak perawan.

Karena itu, sudah dua hari terakhir, Asrina, putri sulung pasangan suami istri (Pasutri) Hari Sutriso-Sri Wahyuni, warga Jalan Sukoyono No.26 kota Madiun, tidak masuk sekolah karena malu dan trauma. Pasalnya 23 Mei lalu, siswi SMPN 10 kota Madiun itu, dipaksa oleh guru Bimbingan Konseling (BK), Wahyu, untuk membuat surat pernyataan jika dirinya sudah tidak perawan. Karena ditekan dan takut, Asrina menuruti paksaan gurunya.

"Saya tidak pernah melakukan hal-hal yang melampaui batas. Tapi kenapa mendapat informasi sepihak dari teman saya, bu Wahyu percaya dan memaksa saya untuk membuat surat pernyataan jika saya sudah tidak perawan. Memang saya akui, saya sudah punya pacar. Tapi saya tidak pernah melakukan hal-hal yang dituduhkan",kata Asrina kepada wartawan, dengan didampingi oleh orang tuanya, dan tantenya, Kasmini, Jumat (1/6/2012).
Asrina didampingi tantenya (foto: dibyo/berita2.com

Tak hanya memaksa Asrina untuk membuat surat pernyataan tidak perawan yang dilakukan oleh guru BK. Orang tua gadis hitam manis ini, juga diminta datang ke sekolah. Dengan diwakili oleh tantenya, Kasmini, keluarga Asrina datang ke sekolah. Sesampainya di sekolah, pihak BK minta kepada keluarga Asrina untuk memeriksakan anaknya ke dokter.

Kamis 31 Mei 2012, sekitar pukul 19.00 Wib, dengan diantar tantenya, siswi SMP itu mendatangi dokter spesialis kandungan, Dr.Santi. Setelah diperiksa dengan alat DiaSpot hCg dengan sensitivitas 25mIU/ml, Asrina dinyatakan tidak hamil. Namun Dr.Santi tidak berani mengeluarkan surat visum et repertum tentang masih gadis atau tidaknya, Asrina. Karena itu bukan wewenangnya.

Dengan berbekal surat pengantar dari Dr.Santi, Jumat 1 Juni 2012, ibu Asrina, Sri Wahyuni, dengan ditemani oleh tantenya, Kasmini, datang ke RSUP DR.Sudono Madiun, untuk meminta visum. Tapi oleh pihak rumah sakit ditolak dengan alasan permintaan visum harus ada surat pengantar dari kepolisian.

Karena ingin mengetahui kebenaran tentang putrinya, ibu Asrina langsung mendatangi Polsek Taman untuk meminta surat pengantar visum. Namun polisi menolak dengan alasan, permintaan pengantar visum hanya bisa diberikan atas adanya suatu kejadian tindak pidana.

Untuk menyelesaikan masalah ini, dengan ditemani dua orang anggota Polsek Taman, orang tua Asrina mendatangi sekolah. Pihak polisi menjelaskan kepada sekolah, jika masalah ini dimintakan visum, maka perkaranya akan melebar.

Sementara itu, orang tua Asrina, Hari Sutrisno, mengatakan tidak terima putri sulungnya diperlakukan seperti itu oleh pihak sekolah. Selain putrinya malu untuk masuk sekolah, karena masalah ini menyangkut nama baik dan harga diri Asrina dan keluarganya.

"Kalau misalnya membolos kemudian disuruh membuat surat pernyataan agar tidak mengulang, tidak masalah. Tapi ini anak saya dipaksa oleh gurunya agar membuat surat pernyataan tidak perawan. Memang saya keluarga miskin, tapi masih punya harga diri", terang Hari Sutrisno, kepada wartawan dirumahnya, Jumat (1/6/2012).

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 10 kota Madiun, Nasir, maupun guru BK, Wahyu, ketika akan dikonfirmasi wartawan, tidak berada ditempat. Wartawan hanya ditemui oleh Humas, Haryaningtyas. Namun tak ada komentar sedikitpun dari humas.

"Untuk masalah ini, saya no coment. Kalau besuk di koran ada komentar saya, akan saya tuntut", kata Haryningtyas kepada wartawan, seraya mengancam.


sumber

Inilah Durian Merah yang Sangat Langka


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhygRxC2kdDe1dDs-oTdGBaNrWBYxfb8EZp8EFdK8oe8qpGQNNPEbq9NW18GCFDicBZmhQfZH_S_eiREEaJTuJEeM9qxulaN-DjwjVUmX19rS3HJ9B57kiEeH5L5BCdfSAvPT-OjiW-gg/s1600/2144a5ea660806c9.jpg

Semua orang pasti mengenal buah durian. Tapi, kalau durian berwarna merah, pasti belum banyak yang mengetahui. Bahkan, mungkin, sulit mempercayainya.

Durian berwarna merah bukan isapan jempol. Buah itu benar-benar ada, tepatnya tumbuh di Desa Kemiren Banyuwangi, Jawa Timur. Bahkan begitu sohornya, salah satu gang di desa itu dinamakan Gang Duren Abang alias Gang Durian Merah.

Adalah Serad, warga Desa Kemiren, yang mempunyai satu-satunya pohon durian berbuah merah. Tak heran bila musim durian tiba rumah Serad tak pernah sepi pengunjung. Apalagi durian merah sudah menjadi buah primadona warga.

Menurut Serad, durian merah lebih manis dan gurih dibanding buah sejenis umumnya. Bahkan, tambah dia, durian merah dipercaya bisa meningkatkan vitalitas kaum pria.

Begitu terkenalnya, peminat durian merah banyak yang datang dari luar Banyuwangi. Pantas saja Sirad hanya menyuguhkan sebuah durian merah untuk dimakan bersama. Alasannya agar semua pengunjung bisa menikmati durian merah. Jadi jangan harap bisa membawanya pulang. Biasanya pengunjung hanya membawa pulang biji durian untuk dijadikan benih. Anda ingin mencoba? 

berikut foto foto DURIAN MERAH ....

mau ???
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgItIUhAfu25OxkJ6V0zfVnI-yXRf7wXx6oYbSvGx4mRfqLk2hWLMYylfw1jfaxScXR0lyHlQ_gUPGkTQBnXNTjUfZ2afd9ZqSGGuJCERqxNeEWOW-PSDRsdKu_8G3T0__-bBRxe7OKYyZS/s400/DSCF0593+Sabah+red+jungle+durian+1.jpg

http://images.detik.com/customthumb/2011/06/21/1026/travel_img00098-20100801-1531.jpg?w=600


http://4.bp.blogspot.com/-3IJkT-oSAQ8/T8rS5ETzXwI/AAAAAAAAF4c/M3P5RpFeLJw/s1600/Capture.JPG

http://4.bp.blogspot.com/-ppuEIXZW3YE/T8rUX_ycluI/AAAAAAAAF4o/fkjPpFLxWkA/s1600/Capture.JPG


sumber

Bahasa yang Hilang dari Abad 16



Sebuah tim arkeolog internasional mengatakan tulisan mirip ceker ayam di belakang sebuah surat yang ditemukan dari penggalian situs abad ke-17 merupakan bahasa yang digunakan masyarakat asli di sebelah utara Peru.

Tim arkeolog tersebut menemukan surat tersebut di bawah gunungan batako dalam sebuah kompleks gereja yang telah roboh di dekat Kota Trujillo. Kompleks tersebut dihuni biarawan Dominika selama dua abad.

�Penyelidikan kami menyimpulkan kertas tersebut menunjukkan sistem angka dalam sebuah bahasa yang hilang ratusan tahun lalu,� ujar Jeffrey Quilter, arkeolog dari Peabody Museum of Archaeology and Ethnology di Harvard, kepada Reuters.

Sebuah foto surat tersebut yang belum lama ini dirilis tim arkeolog menunjukkan satu kolom tulisan tangan dalam bahasa Spanyol dan diterjemahkan ke dalam sebuah bahasa yang menurut para ilmuwan saat ini sudah punah.

�Kami menemukan sebuah bahasa yang belum pernah dilihat atau didengar sejak abad 16 atau 17,� ujar Quilter. Bahasa tersebut diduga terpengaruh Quechua, bahasa kuno yang masih digunakan beberapa orang di Andes.

Surat yang dikubur di reruntuhan Gereja Magdalena de Cao Viejo di Kompleks El Brujo Archaeological tersebut ditemukan pada 2008. Namun, menurut Quilter, para arkeolog memutuskan untuk merahasiakan penemuannya sampai penelitian menunjukkan bukti bahasa yang hilang tersebut dipublikasikan bulan ini di jurnal American Anthropologist.

�Saya rasa banyak orang tidak menyadari berapa banyak bahasa yang digunakan pada masa pra-kontak,� tambah Quilter. �Secara linguistic, hubungan antara penakluk dari Spanyol dan warga local sangat kompleks.



sumber

Korea Utara Luncurkan SNSD Versi Mereka


SNSD terkenal sebagai "Goddesses of Soldiers" di Korea Selatan untuk meningkatkan semangat pelatihan militer. Faktanya, Korea Utara juga menggunakan taktik serupa dan memperkenalkan SNSD versi mereka.
Website Han Cinema mengabarkan bahwa Korea Utara memperkenalkan grup 'Beauty Trope' mereka sendiri -- yang dibentuk oleh para penghibur elit dan dilatih sejak kecil.
Diungkapkan grup tersebut merupakan bagian dari rezim Pyongyang untuk menampilkan diri -- dan grup tersebut berisi wanita cantik yang "luar biasa" dari seluruh negara dengan mengenakan pakaian desain kelas dunia.
Beberapa dari mereka dikabarkan merupakan anggota cheerleader Korea Utara selama Asian Games Busan 2002 yang diselenggarakan Korea Selatan.

Mungkinkah Kehidupan Bumi Berasal Dari Ceres?


_42086172_solar_system_planets4_416.jpg (416�233)

Mencari kehidupan lain di luar Bumi memang jadi impian banyak orang. Bisa jadi kehidupan itu ada di salah satu sudut alam semesta namun bisa juga kehidupan itu muncul di Tata Surya.
Di dalam Tata Surya, pencarian memang difokuskan di Mars, atau satelit es seperti Europa. Namun di luar sana, ada sebuah tempat yang bisa jadi merupakan lokasi dimana kehidupan itu ada.
Dalam pertemuan International Society for the Study of the Origin of Life di Florence, Italia, Joop Houtkooper dari University of Giessen mengajukan sebuah teori kalau kehidupan muncul di salah satu objek di sabuk asteroid, yakni Ceres. Saat ditemukan pada tahun 1801, Ceres memang diperkirakan sebagai planet, namun kemudian diketahui kalau ia merupakan asteroid. Dan dengan definisi baru dari planet, Ceres justru dikategorikan sebagai planet katai bersama Pluto, Eris dan Sedna. Pertanyaannya apakah mungkin ada kehidupan disana? Mungkinkah ada organisme extraterrestrial disana?
Ide ini muncul ketika Joop mendengar presentasi tentang satelit di Tata Surya yang memiliki potongan besar es, yang sebagian besar di antaranya berada dalam kondisi cair. Bahkan total volume air tersebut 40% lebih besar dari seluruh lautan di Bumi. Ini mengingatkan Joop pada teori terbentuknya kehidupan. Organisme pertama kali bertumbuh dan berkembang di lubang hidrotermal, yang berada di dasar lautan dan memuntahkan senyawa kimia panas. Kebanyakan objek es di Tata Surya memiliki inti batuan, sehingga kemungkinan mereka memiliki lubang hidrotermal. Dengan demikian jika kehidupan itu memang ada dimana-mana dan tidak unik di Bumi saja maka bisa jadi di objek es inilah mereka memulai kehidupan itu.
Di awal sejarah Tata Surya, ada sebuah periode yang kita kenal sebagai �periode akhir tabrakan besar�. Ini adalah saat dimana tabrakan asteroid merupakan kejadian umum. Nah jika memang ada kehidupan sebelum zaman itu, maka tentunya tumbukan asteroid akan menghancurkan semuanya. Dan kehidupan harus kembali memulai prosesnya dari awal, setelah debu kosmik dibersihkan dari bagian dalam Tata Surya.
Yang menarik, bukti yang ada menunjukan kalau Ceres tidak mengalami serangan asteroid bertubi-tubi selama era tabrakan besar tersebut. Seandainya tabrakan itu terjadi, Ceres akan kehilangan selubung air untuk selamanya karena pada saat itu gaya gravitasinya terlalu lemah untuk menangkap kembali selubung air tersebut. Inilah yang sepertinya terjadi pada asteroid Vesta, yang memiliki kawah tabrakan sangat besar di tubuhnya dan tidak ada air lagi disana.
Bukti tak tersentuhnya Ceres selama periode tabrakan besar memberi kemungkinan keberadaan lautan dimana kehidupan bisa saja muncul di awal sejarah Tata Surya. Fakta ini membawa kita pada sebuah hipotesa menarik. Jika kehidupan di Bumi dihabiskan oleh tabrakan kolosal sedangkan Ceres yang �memiliki kehidupan� selamat, bisa jadi Cereslah yang menanamkan kehidupan di Bumi melalui pecahan batuan yang lepas dan menabrak Bumi. Apakah pada akhirnya kehidupan di Bumi termasuk manusia berasal dari Ceres?
Jika melihat pada planet lain yang memiliki lautan, kita bisa membandingkannya dengan Venus. Di awal sejarah Tata Surya, diperkirakan Venus memiliki lautan, namun massa planet yang besar juga berarti dibutuhkan gaya yang besar untuk bisa melepaskan sekeping kerak planetnya dan mengarahkannya ke Bumi. Objek lebih kecil seperti Ceres memiliki kecepatan lepas yang rendah sehingga jauh lebih mudah bagi kepingannya memisahkan diri. Dari kandidat yang diperhitungkan (planet, asteroid, satelit), Ceres merupakan salah satu kandidat terbaik untuk melepaskan kepingannya menuju Bumi tanpa diinterupsi objek lainnya.
Kalau di Ceres memang ada kehidupan, bisa jadi saat ini ada organisme di sana. Kemungkinan terbesar, kehidupan di Ceres berada di lautan. Untuk kehidupan di permukaan, jauh lebih sulit untuk ditemukan namun ada kemungkinan kalau di permukaan Ceres kehidupan bisa tumbuh juga. Diperkirakan kehidupan yang ada di Ceres basisnya adalah hidrogen peroxide sehingga bisa bertahan pada temperatur rendah. Namun memang belum dipastikan apakan hidrogen peroxide ada di Ceres.
Pemikiran bahwa kehidupan di Bumi ini ditanamkan dari Ceres dan masih ada bentuk kehidupannya di sana memang menarik. Namun sebelum semua itu dibuktikan, pemikiran ini hanyalah sebuah fiksi-sains bukan sebuah fakta. Memang tak gampang untuk membuktikan semua ini. Ceres merupakan sebuah dunia yang jauh dan sangat kecil. Citra terbaik yang dihasilkan saat ini masih belum bisa memberikan banyak detil, hanya beberapa kondisi permukaan. Sisanya masih misteri. Analisis spektrum menunjukkan keberadaan mineral tanah liat /lempung, dan Ceres sendiri merupakan dunia yang pipih. Ceres sampai saat ini masih jadi planet katai yang menyimpan banyak misteri.
Tapi sepertinya misteri itu tak akan terus tersimpan, karena misi DAWN milik NASA akan menjejak Ceres di tahun 2015. Saat ia tiba, ia akan menyingkap setiap misteri yang ada di Ceres. DAWN diperkirakan akan mengambil citra geysers dan erupsi air di permukaan. Pemandangan jarak dekat inilah yang kelak akan menunjukan apakah memang benar ada indikasi untuk tumbuhnya kehidupan disana.

Rabu, 30 Mei 2012

Status BB Rangga Dibajak Usai Pengeroyokan di GBK


Status BB Rangga dibajak usai pengeroyokan di GBK
Rangga Bobotoh. merdeka.com/andrian salam wiyono


Rangga Cipta Nugraha (22) menjadi salah satu korban tewas akibat pengeroyokan suporter sepak bola usai laga antara Persija kontra Persib di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (27/5). Sesaat setelah pertandingan berakhir, status dalam profil BlackBerry (BB) milik Rangga tiba-tiba berubah.

Dugaan kuat BB Rangga dibajak salah satu pelaku pengeroyokan Rangga. Hal ini dikarenakan status BB pendukung Persib ini berbeda dan provokatif.

Status itu bertuliskan 'INI JAKARTA BUKAN BANDUNG,' tulis status terakhir di BB milik Rangga. Status yang ditulis dengan huruf kapital itu terpantau oleh saudara Rangga yakni Sony Ariyandi (21), sesaat setelah laga Persija vs Persib berakhir, Minggu (27/5) kemarin.

Setelah melihat status itu, Sony langsung mengirimkan pesan singkat atau BlackBerry Messenger (BBM) kepada Rangga, namun tidak terkirim. Sony langsung berusaha menghubunginya via telepon.

"Saya curiga kalau Rangga menjadi korban pengeroyokan karena status BB terlihat aneh. Selain itu saya pikir pengeroyok mengambil BB milik Rangga dan menulis status provokatif," ujarnya Sony.

Pada saat pertandingan, kata dia, Rangga pun sempat merubah status dan foto. Intinya dari status itu bahwa Rangga memang berada di Stadion GBK dan menyaksikan langsung pertandingan.

Meski di Bandung tidak pernah melewatkan pertandingan Persib, namun nyatanya Rangga baru pertama kali menginjakan di stadion berkapasitas 80 ribu itu. Itu karena Rangga, yang kesehariannya bekerja di Jasa Pengiriman DHL bekerja di Jakarta.

Rangga bekerja baru sekitar 8 bulan, setelah sebelumnya adalah mahasiswa D3 Lulusan Politeknik Pos dan Giro, Bandung.



sumber